RECOMMENDED

Pesta Bona Taon Pobona-taonmparan Ompu Tarabini Lumban Gaol

Pada tanggal 7 Maret 2009 berlangsung pesta
Bona Taon Punguan Pomparan Ompu Tarabini Lumban Gaol dohot Nahumaliangna/diJakarta dan sekitarnya, bertempat di
gedung serba guna Universitas Kristen Indonesia, Cawang.
Acara dimulai dengan kebaktian yang bertema “IDA MA,
DENGGANNA I DOHOT SONANGNA I, MOLO PUNGU
SAHUNDULAN ANG NA MARHAHAMANGGI !”
(Pslm. 133 : 1). Pesta Bona Taon yang sudah ke tiga
kalinya diadakan ini, bermaksud menggalang persaudaraan
sesama keturunan Ompu Tarabini yang berasal dari Huta
Paung, sebuah bius huta yang cukup ramai dan menjadi
mata rantai perdagangan antara Samosir, Bakkara ke negeri
Simsim/ Sionom Hudon di masa lampau.
Menurut tarombo (silsilah) Lumban Gaol, yang
diakui saat ini, Tarabini adalah sundut (generasi ke lima)
dari Raja Lumban Gaol. Dia mempunyai empat saudara, O.
Togaraja, O. Sampe Tua, O. Tuan Silamin, O. Pangisi
Naiborngin yang sama-sama bermukim di Huta Paung.
Pada suatu ketika dia terpaksa pergi dan meninggalkan
saudara-saudara dan keluarganya dari banapasogit-nya
(kampung halaman) itu. Karena dia punya masalah dengan
saudara-saudaranya, dan tak dapat diselesaikan secara
damai. Agar tidak terjadi pertumpahan darah, dia pun pergi.
Tempatnya dia bermukim pertama kali adalah daerah Pusuk.
Di sana dia membuat onan (pasar). Namanya onan Huta
Paung juga. Oleh karena itu berurusan dengan tukarmenukar
barang, yang berasal dari kata onan (ini dan itu),
maka tak mengherankan kalau dia sering bepergian ke
negeri Simsim, Sionom Hudon untuk tukar-menukar/ barter
barang. Di negeri itu, konon kabarnya, dia memiliki seorang
putri yang sampai saat ini, keberadaanya belum ditelusuri
keberadaannya.

bona-taon

Sionom Hudon
Di Sionom Hudon itu juga terdapat sebuah pohon
Pinasa na gokbona-taon2 bisa (pohon nangka yang banyak ulat
berbisanya). Jika pohon nagka itu dipanjat, keturunan
Tarabini pasti tidak akan diganggu ulat berbisa tersebut.
Sampai sekarang pohon itu masih berdiri di Sionom Hudon.
Ketika Huta Paung dilanda kekeringan selama tiga
tahun, barulah para saudaranya sadar kalau kekeliruan telah
terjadi dan mereka insyaf. Diutuslah kerabat keluarga untuk
menjemputnya kembali ke Huta Paung. Sejak saat itu kemarau panjang pun reda, panen bisa berlanjut, dan ternak
pun beranak-pinak. Sampai akhir tahun 70-an, masih
terlihat ribuan kerbau dan kuda berkeliaran berbondongbondong
di huta yang termasuk negeri Marbun itu.
Keturunan Tarabini, antara lain Ompu Tornaginjang
Lumban Gaol, tercatat mengikuti rapat bius di Lintong
Harianboho, kediaman Ompu Babiat Situmorang, yang pada
tahun 1883 bersama sepuluh bius marga lainnya, dalam
rangka mempersiapkan perang Balige yang menggemparkan
itu.
Tokke Markus Lumban Gaol adalah keturunan
Tarabini yang dianggap paling berhasil dalam dunia usaha.
Sebelum pendudukan Jepang, dia sudah membuka pompa
bensin pertama di Dolok Sanggul. Generasi penerusnya
kemudian lebih dikenal dalam bidang usaha farmasi dan
apotik.
Cristian Lumban Gaol adalah sosok yang cukup
dikenal di daerah Humbang. Karena usahanya, bersama
pemerintah, pada tahun 1948 dia berhasil membawa
perubahan dicdaerah itu dengan membangun lima sekolah
dasar dan sistem pengairan di sekitar Dolok Sanggul. Dari
jabatan wedana, Cristian Tumbur Lumban Gaol, pada
September 1949 dia resmi diangkat menjadi Bupati
Humbang. Cristian mendapat Bintang Gerilya dan delapan
Satya Lencana. Karier militernya terakhir Letnan I dan
Wakil Ketua Pengadilan Militer Humbang Barat.
Mungkin sesama pomparan Raja Lumban Gaol akan
bertanya, apa perlunya didirikan punguan Ompu Tarabini.
Sebab generasi di atasnya sudah berdiri punguan Raja
Irumana Lumban Gaol, Punguan Raja Lumban Gaol, Marbun
dan Naipospos. Semua itu adalah upaya untuk mempererat
tali silaturahmi sebagai mana diucapkan dalam umpasa
“Martampuk bulung marbona sangkalan, marnata suhut
marnampuna ulaon”.


2 Responses to “Pesta Bona Taon Pobona-taonmparan Ompu Tarabini Lumban Gaol” »

  1. Comment by Michael — June 26, 2009 @ 1:29 pm

    Hey, have you seen this news article?
    New details about Michael Jackson’s Death Emerge
    I was wondering if you were going to blog about this…

    [Reply]

  2. Comment by Hendry Lbn Gaol — November 23, 2009 @ 10:38 am

    horas…..

    dengar – dengar ada perbedaan persepsi, tantang siapa oppu tarabini dan oppu tuan silamin, dimana bagi sebagian pomparanna dianggap orang yang sama….

    horas ma

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Komentar