oleh Kara Toruan*
Si Togar menghidupkan mesin. Aku pun terbangun dari tidurku, sejenak menggi-gil ketika angin subuh menerpa bagian dalam kendaraan. Di lantai dekat kaca belakang, pada salah satu kakiku, masih ada sisa sampah. Bungkus makanan ringan yang luput dari inspeksi kebersihan Togar, yang sebenarnya jauh dari bersih, kalau boleh jujur. Terakhir kali mobil ini dicuci [...]
Aku sudah enam tahun lebih melupakan kematian Tulang Sungam. Namun, akhir-akhir ini ada yang mengingatkan kembali. Arta, putri kesayangannya meneleponku tengah malam setelah berapa kali mengirim sms dan miskolnya yang tidak pernah lagi kutanggapi. Bagaimana aku menanggapi sms Arta. Dia bilang selalu, aku sudah sombong. “Iban, pa kabar, sombong ya? Kabarnya ada pacar barumu [...]
Ibu akhirnya meninggal setelah mengidap penyakit dada satu tahun saja. Badannya yang tua dan aus pada usia 65 tahun tak tahan lebih lama menolak rongrongan kuman-kuman yang merajalela di paru-paru nya. Obat tak terbeli, makanan tak tercukupi di kampung jauh di pegunungan, apalagi perawatan yang semestinya. Setelah ia meninggal aku mengucapkan: Syukurlah! dalam hati. Terlalu [...]