Pada periode akhir kekuasaan kolonialisme di Indonesia, konsep hutan lestari ternyata sudah mengilhami pemerintah Hindia Belanda masa itu. Setelah memetakan hutan jati di Pulau Jawa, pendataan hutan adat/ hutan marga/ulayat di luar Jawa dimulai pada tahun 1930-an. Registrasi dilakukan agar pemerintah Hindia Belanda tidak menebang pohon secara berlebihan, serta mempertimbangkan jumlah suku-suku bangsa di luar [...]
-
November 23rd, 2009 by wisnu
Pengkontruksian sejarah Indonesia secara umum cenderung menunda-nunda permasalahan yang sensitif. Dalam uraian kali ini akan dikupas mengenai konstruksi Sumpah Pemuda sehingga menjadi versi seperti yang kita kenal sekarang. Apakah terjadi perubahan dalam butir sumpahnya?
Pada kurun waktu antara tahun 1909-1925 di seluruh Indonesia (Hindia Belanda) bermunculan organisasi-organisasi pemuda yang sebagian besar anggotanya adalah mereka yang terpelajar. [...]
-
October 12th, 2009 by wisnu
Keterlaluan, tidak berperikemanusiaan, pasti itulah sumpah serapah yang akan keluar dari mulut, bila mendengar ada sebuah wisata yang dilakukan dengan mengunjungi kampung-kampung yang terbilang padat, sesak dan kumuh. Berdiri di atas penderitaan orang lain, mengeruk laba dari nasib si miskin, mungkin itu pula tuduhan orang saat mengetahui adanya biro perjalanan wisata seperti itu.
Memang, semenjak dimuat [...]
Kota bukan sekedar ruang bagi berlangsungnya kekuasaan, melainkan juga obyek dari kekuasaan itu sendiri (Christin Boyer, 2001). Krisis kota (Jakarta) yang ditandai oleh kesemerawutan, kemacatan, kerusakan lingkungan, banjir dan kesenjangan sosial merupakan indikasi adanya krisis demokrasi dalam berkota. Krisis demokrasi ini bisa diukur dari minimnya peran serta warga, lemahnya asosiasi warga, dan terasingnya kebijakan pemerintah [...]
Batak sejati pasti membubuhkan marga di belakang namanya. Selama masih mengaku orang Batak, marga menjadi harta penting, dan indentitas baginya. Semenjak lahir, hingga meninggal, marga telah melekat bagi seorang Batak. Ketika bertemu seseorang di mana pun ungkapan pertama adalah ”jolo sinungkun marga asa binoto partuturan,” tanya dulu marga supaya paham bertutur bahasa.
Dengan adanya marga, [...]
oleh Sylvana Apituley*)
Papua adalah pulau terbesar di Indonesia, luasnya k.l. 421.981 km2 atau hampir ¼ dari luas seluruh Indonesia dengan topografi yang bervariasi dari dataran rendah berawa hingga pegunungan dengan puncak bersalju. Masyarakat asli Papua diperkirakan terbagi dalam 252 kelompok suku dengan bahasa, budaya, tradisi, struktur sosial dan konsep religius yang berbeda-beda.
Adat [...]