Kita sudah sampai pada penghujung 2009. Sepanjang tahun ini berbagai peristiwa silih-berganti menandai perjalanan bangsa ini menujukedewasaan untuk menyejahterakan seluruh warganya. Ada kejadian yang sebagai sebuah peristiwa hanya berusia pendek, ada pula yang berkepanjangn menjadi bahan diskusi di kalangan resmi maupun di kalangan bawah, di kafe, di kedai-kedai kopi, di pinggir-pinggir jalan. Misalnya masalah pemberantasan [...]
-
December 24th, 2009 by wisnu
Alkisah, seorang keluarga menunggu anaknya yang belum pulang dari perantauan. Berhari-hari seperti berbulan-bulan, berbulan-bulan layaknya berabad, namun putra yang dinanti tak kunjung tiba. Setiap hari kedua orangtuanya harap-harap cemas menunggunya jauh di luar kampung. Ayahnya, setiap pagi mengayunkan langkahnya ke depan huta. Menjelang petang dia baru kembali ke rumahnya dengan berita yang sama: anaknya belum [...]
-
November 23rd, 2009 by wisnu
Komposisi musik John Cage dengan judul “I Ching” yang diciptakan berdasarkan teks Tiongkok klasik, di pentaskan tahun 1951. Dia dimainkan dalam konser musik. Caranya de- ngan melemparkan coin lebih dulu, untuk menentukan part atau bagian mana yang akan berhubungan secara khusus serta menjadi rangkaian serial musik yang ditentukan dari hasil lemparan coin berikutnya. Dalam konser [...]
-
November 23rd, 2009 by wisnu
Sejujurnya, Indonesia juga termasuk salah satu negara yang menjadi sorotan dunia untuk diawasi, karena banyak melakukan pelanggaran hak kekayaan intelektual (HaKI). Jika terus dibiarkan, negeri ini akan menerima sanksi internasional, dihukum dan diisolasi.
Untuk mendapatkan Hak Cipta terhadap satu ciptaan, pencipta atau secara bersama-sama mendaftarkan Hak Cipta di Departemen Kehakiman. Pendaftaran tidak dipungut biaya. Memang mendaftarkan [...]
-
October 12th, 2009 by wisnu
”Terang bulan. Teranglah di kali. Buaya timbul disangkalah mati. Jangan percaya mulut lelaki. Berani sumpah tapi takut mati.” Begitulah syair lagu Terang Bulan. Lagu yang dari syairnya terkesan biasa-biasa saja ini mendadak jadi luar biasa. Menjadi luar biasa, dan sering diputar terus akhir-akhir ini, karena kemiripannya dengan ”Negaraku,” lagu kebangsaan negeri jiran Malaysia. Bahkan lagu [...]
-
October 12th, 2009 by wisnu
Gemparlah langit, gemparlah Banua Ginjang (benua atas), saat mengetahui kalau si boru Deak Parujar, si putri langit, menghilang secara tiba-tiba. Sontak seketika Banua Ginjang diliputi kepanikan dan kemurungan yang semakin menjadi-jadi. Padahal negeri langit biasanya sangat tenang dan damai. Keadaan tidak se-perti biasanya. Semua penghuni kolong langit dan segenap isinya tiba-tiba diliputi kecemasan. Penasaran dan [...]
-
September 2nd, 2009 by wisnu
Menurut mitologi, nenek-moyang bangsa Batak turun dari langit dan mendarat di Sianjurmulamula yang terletak di kaki Pusuk Buhit. Di sana-lah Si Raja Batak dan keluarganya memulai kehidupan. Sang Raja mempunyai dua orang putra: Guru Tatea Bulan dan Raja Isombaon. Guru Tatea Bulan memiliki lima orang putra dan lima orang putri. Kelima putra-putrinya itu bernama Raja [...]
-
September 2nd, 2009 by wisnu
Bennedict Anderson dengan karya Imagined Communities atau Komunitas-Komunitas Terbayang telah melakukan pembahasan mengenai kejanggalan-kejanggalan dari kemunculan nasionalisme di seluruh dunia. Nasion berasal dari bahasa Perancis menunjuk pada identifikasi bangsa melalui bahasa. Sekelompok manusia yang hidup dengan komunitasnya akan memikirkan komunitas lain yang jaraknya secara geografis berjauhan, bahkan tidak pernah bertatap muka. Misalkan orang Jawa di [...]
“Bahasa Batak kita begitu kaya akan puisi, pepatah, dan pribahasa yang kadang-kadang mengandung satu dunia kebijaksanaan tersendiri. Bahasanya sama dari Utara ke Selatan, tapi terbagi dengan jelas dalam berbagai dialek. Kita memiliki budaya sendiri, aksara sendiri, seni bangun yang tinggi mutunya, yang sepanjang masa tetap membuktikan bahwa kita memiliki nenek-moyang yang perkasa. Sistim marga [...]
Tidak nasionalis, kata beberapa orang, bila saat tujuh belas agustus-an lupa menaikkan sang saka merah putih di tiang tertinggi, di halaman rumah. Tidak nasionalis juga, bila ada orang yang lupa, salah satu saja dari kelima sila dari Pancasila. Sangat memalukan dan tidak nasionalis pula bila ada yang lupa beberapa bait lagu saat menyanyikan Indonesia [...]